Prosedur Hibah dan Bansos

 

CALON PENERIMA. HIBAH. USULAN TERTULIS. KDH. REKOMENDASI. SKPD TERKAIT. EVALUASI. DPRD. PERTIMBANGAN. TAPD. DIBAHAS BERSAMA. KUA/PPAS. DIBAHAS BERSAMA. PERSETUJUAN BERSAMA. PERSETUJUAN BERSAMA. RAPBD. PERKDH APBD. PERDA APBD. LAMPIRAN III. NPHD. KEP KDH. (NAMA PENERIMA) DOKUMEN PENCAIRAN HIBAH. TRANSFER.

YANG DIRENCANAKAN. TDK DIRENCANAKAN. LAMPIRAN III. KDH. SKPD TERKAIT. TAPD. REKOMEN-DASI. PERTIMBANGAN. USULAN TERTULIS. DPRD. KUA/PPAS. RAPBD. KEP KDH. (NAMA PENERIMA) DOKUMEN PENCAIRAN BANSOS. PERDA APBD. DIBAHAS BERSAMA. PERSETUJUAN BERSAMA. TRANSFER. EVALUASI. CALON PENERIMA. BANSOS. PERKDH APBD. KDH. SKPD TERKAIT. REKOMENDASI. PERMINTAAN TERTULIS/SRT KET. DPRD. NAMA PENERIMA dan BESARAN. DOKUMEN PENCAIRAN BANSOS. MELAKUKAN. PENGAWASAN. TRANSFER/PENYERAHAN TUNAI. EVALUASI. CALON PENERIMA. BANSOS. PPKD.

PAYUNG HUKUM :

PP-2-2012-Hibah-Daerah

permendagri-no.-32-tahun-2011

Permendagri-Nomor-39-Tahun-2012

Permendagri No. 14 Tahun 2016

 

Undang – Undang Pemilu

UU Nomor 7 Tahun 2017  ini  merupakan penyederhanaan dan penggabungan dari 3 (tiga) buah undang-undang sebelumnya, yakni Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

UU Nomor 7 Tahun 2017 – TENTANG PEMILU